2020-10-21

Perayaan Pooram di Thrissur Setiap Tahun

Thrissur Pooram (dibaca: Thrissur Puram) adalah festival Hindu tahunan yang diadakan di Kerala, India. Festival ini diadakan di Kuil Vadakkunnathan di Thrissur setiap tahun pada hari Pooram – hari ketika bulan terbit bersama bintang Pooram di bulan Medam pada Kalender Malayalam. Pooram ini adalah yang terbesar dan paling terkenal dari semua pooram.

Kembang api adalah bagian integral dari festival kuil Kerala, tetapi Thrissur Pooram disebut sebagai “ibu dari semua” perayaan kembang api dan kuil. Hal ini menetapkan patokan untuk perayaan festival kuil tahunan Kerala.

Tahun demi tahun, berlaksa-laksa orang datang untuk berpartisipasi dalam festival pooram. Ini termasuk wisatawan yang senang dengan kemegahan perayaan. Rangkaian spektakuler gajah-gajah terbaik berkolaborasi dengan kemegahan suara genderang tradisional dan kembang api.

Berikut ini adalah 5 fakta menarik yang membuat Thrissur Pooram menjadi festival kuil yang sangat berbeda:

1. Thrissur Pooram adalah festival tradisional dengan suara drum dan kembang api yang penuh energi. Ini juga berarti bahwa Anda harus bersiap diri untuk menyaksikan jenis kembang api yang paling menakjubkan, bersama dengan suara genderang tradisional megah yang menyertainya. Beberapa orang yang sinis mungkin menyebutnya “polusi suara” tetapi ini adalah salah satu festival besar yang merupakan tontonan visual untuk disaksikan dan orang-orang dari semua komunitas berkumpul untuk mengambil bagian di dalamnya.

2. Thrissur Pooram adalah festival tujuh hari yang dirayakan pada hari ketika tanda bintang Pooram muncul di bulan Medam. Kuil-kuil utama di Thrissur seperti kuil Paramekkavu Devi dan kuil Thiruvambadi Sri Krishna harus membayar penghormatan kepada Dewa Siwa, dewa utama dari kuil Vadakunnathan yang terkenal itu. Dua kuil tersebut bersaing satu sama lain selama perayaan ini dan “tim gajah” mereka bertanding pada hari keenam melalui prosesi gajah, kembang api dan representasi budaya secara keseluruhan.

pertunjukan gajah

3. Pertunjukan akbar dari lima belas gajah adalah salah satu aspek yang paling dinanti dari festival ini. Kelima belas gajah didekorasi dengan karya dan perhiasan ulir emas yang menakjubkan, setiap detail dari setiap aksesori secara hati-hati diperiksa sebelum diselesaikan untuk hari-H. Untuk kesempatan ini juga, kerajinan tangan berupa payung yang indah dan “vencharams” dibuat untuk orang-orang yang duduk di atas gajah selama perayaan.

4. Para pria yang duduk di atas gajah adalah “pahlawan aksi” dari festival ini. Mereka harus dengan cepat terus mengubah payung dan “vencharams” selaras dengan irama yang berubah-ubah dari ketukan genderang. Para pria ini sangat terlatih dan terus berlatih keras sebelum mereka dipilih dan mereka bersaing satu sama lain dalam hal fleksibilitas, ketenangan, dan keagungan saat mereka melakukan pekerjaan mereka, selain kecepatan.

5. Hari ketujuh festival adalah yang termegah. Festival ini sangat dinanti-nantikan, dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat berkumpul di sana hanya untuk melihat sekilas dan menikmati pengalaman seumur hidup.